Tuesday, April 17, 2012

My Inspiration


I really am easily inspired. Saya sering sekali terinspirasi oleh hal-hal sederhana, misalnya hanya dengan ngobrol dengan interesting strangers, menyimak kuliah dosen dengan sungguh-sungguh, atau ketika berangkat kerja jam 4 pagi dan sepanjang jalan saya melihat orang-orang dengan penuh senyum berbondong-bondong mendatangi mushala sekitar untuk melaksanakan sholat subuh. Yet, most of all, inspirasi yang tidak pernah saya lupa datang dari the most inspiring person in my life, dosen saya sendiri, Drs. Soetrisman, M.Sc.

  Pak Trisman saat menjadi pembicara sebuah acara di Magelang.

Pertama kali bertemu beliau di ruang kuliah, saya sama sekali tidak merasa ada yang spesial. Tapi, setelah  mengikuti kuliahnya, saya ketagihan. Menurut saya, beliau sangat pintar. Bukan hanya secara akademik, tapi juga sangat cerdas dalam bertingkah laku, menanggapi situasi, mengambil keputusan, dan memperlakukan orang lain. Cara beliau membagi ilmu juga menyenangkan karena beliau sangat humoris. Humor-humor cerdas selalu mewarnai proses perkuliahan. Ketika mengikuti kelas beliau, rasanya ilmu mengalir sangat deras. Dan selalu saja, setelah selesai mengikuti kuliahnya, saya merasa menjadi  mahasiswa yang ingin terus tersenyum puas karena merasa lebih baik dan lebih pintar somehow.

Pak Trisman, begitu beliau biasa disapa, juga punya prestasi yang luar biasa. Beliau menyelesaikan S2 nya di luar negeri dan pernah merasakan pendidikan di Amerika dan Australia karena mendapatkan beasiswa. Yang mengagumkan, dengan prestasi yang menggunung, beliau memilih untuk mengabdikan diri di tempatnya dilahirkan, Kota Magelang. Beliau memilih mengajar di beberapa universitas swasta di Magelang, salah satunya universitas dimana saya menempuh pendidikan S1 saat ini. Pak Trisman juga aktif di berbagai organisasi pendidikan dan kesenian. Bakat seninya tidak kalah luar biasa.

Sebenernya tidak mengherankan Pak Trisman bisa secerdas itu, karena memang beliau sangat suka membaca. Pak Trisman sangat mencintai buku, koleksi bukunya lebih dari sepuluh ribu buah dan 90 persen berbahasa Inggris. Uniknya, siapapun boleh pinjam buku-buku itu, asal jangan dibawa pulang, hanya boleh dibaca di rumah Pak Trisman. Pernah suatu kali Pak Trisman bercerita tentang buku-bukunya dan saya ingat beberapa kalimat yang menurut saya sangat inspiratif. Kata beliau: "Buku itu adalah harta yang tak tergantikan. Kita bisa beli perhiasan, rumah, kendaraan, atau lainnya kapan saja dan dimana saja. Tapi buku, ketika kita melihatnya dan tidak segera membelinya, belum tentu kita bisa melihatnya lagi." Mungkin karena dulu toko buku online belum menjamur seperti sekarang, jadi Pak Trisman terbiasa langsung membeli buku yang dia suka ketika melihatnya. Beliau juga bilang: "Dikelilingi buku itu rasanya hangat. Tangan bergerak ke kanan bertemu buku, bergerak ke kiri bertemu buku. Di ruang tamu ada buku, di dapur juga ada buku." Bagi saya, yang juga gemar mengoleksi dan membaca buku, apa yang dilakukan Pak Trisman sangatlah inspiring.

Satu lagi inspirasi tak terlupakan yang saya dapat dari Pak Trisman. Pernah suatu kali beliau sedikit jengkel di kelas karena banyak mahasiswa yang membolos. Lalu beliau meminta saya membacakan Curriculum Vitae   nya di depan kelas. Nyaris dua puluh menit waktu yang saya butuhkan untuk membaca berderet-deret prestasi beliau yang tertulis pada delapan lembar kertas ukuran A4. Banyak prestasi tingkat nasional dan internasional yang Pak Trisman dapat di berbagai bidang. Setelah itu Pak Trisman berkata singkat: "Tidak masalah Anda tidak pintar, yang terpenting Anda selalu sempat." Dari situ saya menginterpretasikan bahwa sempatkanlah untuk kuliah, untuk datang menuntut ilmu. Karena orang pintar yang malas, akan kalah dengan orang yang mau berusaha menjadi pintar dengan menyempatkan menuntut ilmu.   

In my life, Pak Trisman is the most inspiring person alive. Karena menyimak Pak Trisman berbagi ilmu, saya punya impian untuk bisa berbahasa Inggris sepintar beliau. Karena kerendahan hatinya, saya terinspirasi agar suatu saat saya juga bisa berbagi atau mengabdi kepada Kota Magelang dengan cara saya sendiri. And most importantly, karena terinspirasi dari pengalamannya, lahirlah impian untuk bisa mendapatkan beasiswa kuliah di London dan lahir pulalah keyakinan bahwa someday saya bisa mewujudkannya. 

No comments:

Post a Comment