Friday, April 20, 2012

Happy Kartini Day


Happy Kartini Day, ladies! We must be powerful and stunning!
Most importantly, stay happy & don't forget to fall in love


taken from here 

Cindy

Tuesday, April 17, 2012

My Inspiration


I really am easily inspired. Saya sering sekali terinspirasi oleh hal-hal sederhana, misalnya hanya dengan ngobrol dengan interesting strangers, menyimak kuliah dosen dengan sungguh-sungguh, atau ketika berangkat kerja jam 4 pagi dan sepanjang jalan saya melihat orang-orang dengan penuh senyum berbondong-bondong mendatangi mushala sekitar untuk melaksanakan sholat subuh. Yet, most of all, inspirasi yang tidak pernah saya lupa datang dari the most inspiring person in my life, dosen saya sendiri, Drs. Soetrisman, M.Sc.

  Pak Trisman saat menjadi pembicara sebuah acara di Magelang.

Pertama kali bertemu beliau di ruang kuliah, saya sama sekali tidak merasa ada yang spesial. Tapi, setelah  mengikuti kuliahnya, saya ketagihan. Menurut saya, beliau sangat pintar. Bukan hanya secara akademik, tapi juga sangat cerdas dalam bertingkah laku, menanggapi situasi, mengambil keputusan, dan memperlakukan orang lain. Cara beliau membagi ilmu juga menyenangkan karena beliau sangat humoris. Humor-humor cerdas selalu mewarnai proses perkuliahan. Ketika mengikuti kelas beliau, rasanya ilmu mengalir sangat deras. Dan selalu saja, setelah selesai mengikuti kuliahnya, saya merasa menjadi  mahasiswa yang ingin terus tersenyum puas karena merasa lebih baik dan lebih pintar somehow.

Pak Trisman, begitu beliau biasa disapa, juga punya prestasi yang luar biasa. Beliau menyelesaikan S2 nya di luar negeri dan pernah merasakan pendidikan di Amerika dan Australia karena mendapatkan beasiswa. Yang mengagumkan, dengan prestasi yang menggunung, beliau memilih untuk mengabdikan diri di tempatnya dilahirkan, Kota Magelang. Beliau memilih mengajar di beberapa universitas swasta di Magelang, salah satunya universitas dimana saya menempuh pendidikan S1 saat ini. Pak Trisman juga aktif di berbagai organisasi pendidikan dan kesenian. Bakat seninya tidak kalah luar biasa.

Sebenernya tidak mengherankan Pak Trisman bisa secerdas itu, karena memang beliau sangat suka membaca. Pak Trisman sangat mencintai buku, koleksi bukunya lebih dari sepuluh ribu buah dan 90 persen berbahasa Inggris. Uniknya, siapapun boleh pinjam buku-buku itu, asal jangan dibawa pulang, hanya boleh dibaca di rumah Pak Trisman. Pernah suatu kali Pak Trisman bercerita tentang buku-bukunya dan saya ingat beberapa kalimat yang menurut saya sangat inspiratif. Kata beliau: "Buku itu adalah harta yang tak tergantikan. Kita bisa beli perhiasan, rumah, kendaraan, atau lainnya kapan saja dan dimana saja. Tapi buku, ketika kita melihatnya dan tidak segera membelinya, belum tentu kita bisa melihatnya lagi." Mungkin karena dulu toko buku online belum menjamur seperti sekarang, jadi Pak Trisman terbiasa langsung membeli buku yang dia suka ketika melihatnya. Beliau juga bilang: "Dikelilingi buku itu rasanya hangat. Tangan bergerak ke kanan bertemu buku, bergerak ke kiri bertemu buku. Di ruang tamu ada buku, di dapur juga ada buku." Bagi saya, yang juga gemar mengoleksi dan membaca buku, apa yang dilakukan Pak Trisman sangatlah inspiring.

Satu lagi inspirasi tak terlupakan yang saya dapat dari Pak Trisman. Pernah suatu kali beliau sedikit jengkel di kelas karena banyak mahasiswa yang membolos. Lalu beliau meminta saya membacakan Curriculum Vitae   nya di depan kelas. Nyaris dua puluh menit waktu yang saya butuhkan untuk membaca berderet-deret prestasi beliau yang tertulis pada delapan lembar kertas ukuran A4. Banyak prestasi tingkat nasional dan internasional yang Pak Trisman dapat di berbagai bidang. Setelah itu Pak Trisman berkata singkat: "Tidak masalah Anda tidak pintar, yang terpenting Anda selalu sempat." Dari situ saya menginterpretasikan bahwa sempatkanlah untuk kuliah, untuk datang menuntut ilmu. Karena orang pintar yang malas, akan kalah dengan orang yang mau berusaha menjadi pintar dengan menyempatkan menuntut ilmu.   

In my life, Pak Trisman is the most inspiring person alive. Karena menyimak Pak Trisman berbagi ilmu, saya punya impian untuk bisa berbahasa Inggris sepintar beliau. Karena kerendahan hatinya, saya terinspirasi agar suatu saat saya juga bisa berbagi atau mengabdi kepada Kota Magelang dengan cara saya sendiri. And most importantly, karena terinspirasi dari pengalamannya, lahirlah impian untuk bisa mendapatkan beasiswa kuliah di London dan lahir pulalah keyakinan bahwa someday saya bisa mewujudkannya. 

Ya Sudahlah!


Woohoo, holiday is coming around! Sekitar seminggu libur kuliah itu sesuatu banget yah! Biarpun bukan long holiday, saya excited banget soalnya udah kagak nahan mau melampiaskan napsu membaca. Beberapa buku sudah saya siapkan buat saya baca, cuman kemarin tertarik buat baca lagi buku berjudul “Hidup Berawal dari Mimpi” karya Fahd Djibran dan Bondan & Fade2Black. 

 the picture is taken from here ^^
Buku ini kado dari pacar pas saya ultah tahun lalu. Jujur, awalnya gak begitu tertarik pas lihat covernya. It’s simply ordinary I thought! Yet, you guys do not ever judge a book by its cover only! Setelah saya baca ceritanya, I was like uumm.. deeply doped.


Cerita di buku ini benar-benar terasa nyata dan logis. Sisi-sisi kehidupan yang diceritakan sangat membuat saya tersentuh, bahkan cerita kehidupan yang sebenarnya simpel. Terlebih, gaya bahasa dan pemilihan kata-katanya luar biasanya dan completely magical!

Buku ini sebenarnya perpaduan antara beberapa cerita pendek yang ditulis oleh Fahd Djibran dan lirik lagu Bondan Prakoso & Fade2Black yang diambil dari album Respect, Unity, dan For All. Karena cerita pendeknya seperti ada keterkaitan dengan lirik lagunya, jadi berasa keren banget deh. Umm, rasanya kayak saya nonton film terus ada soundtracknya gitu. 

Nah, dari situlah saya mulai cari tau tentang penulisnya, Fahd Djibran. Ternyata dia memang penulis yang (menurut saya) so gifted. Beberapa kali saya berkunjung ke blognya, betapa keren postingan-postingannya. Saya juga pernah baca surat terbuka yang ditulis Fahd Djibran buat Presiden SBY beberapa waktu lalu terkait rencana kenaikkan harga BBM. Pemilihan kata-katanya bagus, sekalipun bagi saya surat itu terkesan terlalu memojokkan dan menyakiti hati Pak SBY :(
Besides, dia udah nulis beberapa buku yang kalau saya lihat dari judulnya, kayaknya keren. So, I’ve just decided to scrimp and save to buy all Fahd Djibran’s books! Well, talking about “Hidup Berawal dari Mimpi” again, there are some stories that I like! Antara lain; Kau Puisi, Ya Sudahlan and X-presikan. Yet, most of all I like “Not with Me” very much! Ini kutipan yang paling keren menurut saya: 

"Pejamkan matamu lalu sebutkan sepuluh nama orang yang paling kau cintai dalam hidupmu. Ketika kau menyebut nama pertama, lihatlah dia tersenyum di kepalamu. Ketika kau menyebut nama kedua, peluknya menghangatkan hatimu. Lalu nama ketiga, keempat, ketujuh dan seterusnya. Percayalah padaku, ketika kau sampai pada nama ke sepuluh, kau akan tahu betapa beruntungnya dirimu"

Hmm, saya benar-benar melakukannya, dan yep.. bersyukur kadang hanya sesimpel itu! Keren yah J Jadi gak sabar pengen baca bukunya Fahd Djibran yang lain nih. Ah, moga bisa segera dapet $$$$ biar bisa segera beli *senyum 70 jari* *kering*

Anyway, kalo ngomongin Bondan & Fade2Black, saya juga suka deh sama lagu-lagunya. Kalo kamu pernah ngamatin, lagu-lagu mereka selalu punya makna positif. Dan dari sekian banyak lagu mereka, “Ya Sudahlah” adalah favorit saya. Pernah gak diam-diam kamu menikmati dan menghayati arti setiap potong kata dalam lagu ini? Saya sering! Dan ini bikin saya merasa bahwa ada cara lain untuk bersyukur, menurut saya ya dengan mengucapkan “Ya Sudahlah” ketika rencana tidak berjalan sesuai rencana :)
 
Well, here is the lyrics. If you have time, take a look at the following lyrics and feel that it really is epic! <3

Ya Sudahlah

Bondan Prakoso & Fade2Black


Ketika mimpimu yg begitu indah
Tak pernah terwujud ya sudahlah
Saat kau berlari mengejar anganmu
Dan tak pernah sampai ya sudahlah

Apapun yg terjadi ku kan selalu ada untukmu
Janganlah kau bersedih ’cos everything’s gonna be okay
Yo satu dari sekian kemungkinan
Kau jatuh tanpa ada harapan
Saat itu raga kupersembahkan
Bersama jiwa cita cinta dan harapan
Kita sambung satu persatu sebab akibat
Tapi tenanglah mata hati kita kan lihat
Menuntun ke arah mata angin bahagia
Kau dan aku tahu jalan selalu ada
Juga ku tahu lagi problema kan terus menerjang
Bagai deras ombak yang menabrak karang
Namun ku tahu ku tahu kau mampu tuk tetap tenang
Hadapi ini bersamaku hingga ajal datang
Sempat kau berharap keramahan cinta
Tak pernah kau dapat ya sudahlah
Yeeah dengar ku bernyanyi lalalalalala
Heyyeye yaya dedudedadedudedudidam
Semua ini belum berakhir

Satukan langkah langkah yg beriring
Genggam hati rangkul emosi
Genggamlah hatiku
Satukan langkah kita
Sama rasa tanpa pamrih
Ini cinta across the sea
Peluklah diriku terbanglah bersamaku
Melayang jauh (come fly with me, baby)
Ini aku dari ujung rambut menyusur jemari
Sosok ini yang menerima kelemahan hati
Yeah aku cinta kau (ini cinta kita)
Cukup satu waktu yes (untuk satu cinta)
Satu cinta ini akan tuntun jalanku
Rapatkan jiwamu yo tenang di sisiku
Rebahkan rasamu untuk yg ditunggu
Bahagia hingga ujung waktu

the lyrics is taken from here ^^

Saturday, March 24, 2012

I Don’t Buy Beauty!


Aku tidak takut kehilangan apapun. Hidupku mungkin tak seindah hidup mereka, tapi hidup yang ku punya pastilah hidup yang bermakna.

Sangat aku syukuri, aku hidup bersama keluarga yang bahagia tanpa cacat, walaupun sejujurnya kondisi finansial kami tidak begitu nyaman. Kami bersyukur bisa makan setidaknya tiga kali sehari. Itulah modal hidup kami.

Walaupun hidupku didominasi dengan hari-hari yang berat, aku bersyukur memiliki Bapak dan adik yang menyayangiku dengan loyal. Mereka selalu bersedia meringankan hidupku dengan mengantarku kemanapun dan menjemputku setelahnya.

Yang terpenting, walaupun aku tidak cantik, aku tak pernah benar-benar sedih akan hal ini. Masih banyak hal yang kadang membuatku bangga pada diriku sendiri. Salah satunya, aku sudah memiliki kesadaran sejak dini tentang prioritas hidupku. Bisa saja aku menghabiskan gaji bulananku untuk merawat diri ke salon kecantikan. Sungguh ini perkara yang sangat gampang. Tapi, aku sangat sadar itu bukan prioritasku. Prioritasku adalah sekolah-jembatan menuju mimpiku. Prioritas keduaku adalah biaya transportasi dan biaya sehari-hari lainnya. Jadi, biarlah jelek dan hancur begini, tapi aku bangga karena tidak memilih membunuh impian terbesarku hanya gara-gara terpikat keinginan duniawi.

Biarlah saja banyak yang mengabaikanku, meninggalkanku, merendahkanku, bahkan menghianatiku hanya karena aku tidak cantik secara fisik. Pada akhirnya, merekalah yang tidak akan pernah layak menemaniku berlari mengejar impian.



happily dedicate this post to those who always heartlessly tell me I am ugly, dark-skinned, and many other shitty sayings.. thanks! ^^

Wednesday, March 21, 2012

The Yummy Madre!

I’m not a die-hard fan of Dewi Lestari. To be honest, I don’t really like one of her book, Perahu Kertas. It’s just too ordinary, I think.

Yet, I’ve read some of her books. I love Filosofi Kopi, especially Rico de Coro. And lately I just read “Madre” that I borrowed from my friend.

All I wanna say is that Dee has a great way of telling story. The choice of words, the plot, and all the thing she writes in Madre are hypnotic! I just love “Madre” too J



This is the quote of the book that I love the most:
“Itulah cinta. Itulah Tuhan. Pengalaman, bukan penjelasan. Perjalanan, bukan tujuan. Pertanyaan, yang sungguh tidak berjodoh dengan segala jawaban.”

When Bali Can’t Really Impress Me..

I know that it’s been weeks I didn’t write a thing here. Honestly, I’m just feeling madly lazy lately. And the most terrible part is that I don’t know why. I’m still looking for the basic cause of this kinda bad feeling though.

Anyway, I just want to remember what I experienced last month. Well, I went to the most beautiful island in Indonesia, people say. Yep, Bali Island. It was my uni project that we had to go to Bali for “study” tour. Haha, you guys know what I mean, right?

Unhappily, I just felt it didn’t feel like when I was there on the first time, when I was in Senior High School. It was so hot and the weather was completely unfriendly. Besides, it might be because we visited the same places that I visited before. Nothing’s special, including the feeling of being there.

Yet, I kinda get happy when we went to Kuta Beach. I don’t like a beach, but it was nice to be there. Again, I didn’t know why.

Here are some pictures I took there.







I expected something more from Bali, but I didn’t get what I really wanted. In the event, I just felt that Bali failed to impress me with all the beauty it has.